Kepala Dispusip Sigi Akan Dorong Transformasi Digital, Siapkan Aplikasi Buku hingga Game Sejarah Lokal

Kepala Dispusip Sigi Akan Dorong Transformasi Digital, Siapkan Aplikasi Buku hingga Game Sejarah Lokal. (Foto/Journalrakyat)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, terus berinovasi mendorong transformasi digital dalam layanan literasi. Langkah ini menjadi bentuk adaptasi terhadap perubahan pola baca masyarakat yang kini kian bergeser ke platform digital.

Kepala Dispusip Sigi, Imron Noor, menjelaskan bahwa digitalisasi koleksi buku merupakan strategi penting untuk memperluas akses literasi bagi seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi.

“Transformasi digital di dunia perpustakaan sudah menjadi kebutuhan di era sekarang. Suka tidak suka, mau tidak mau, kita harus ikuti perubahan ini. Generasi Z sekarang lebih banyak bermain di gadget dan media sosial daripada membaca buku secara langsung,” ujarnya saat diwawancara awak media di Desa Bora, Rabu (12/11/2025).

Menurut Imron, melalui digitalisasi masyarakat dapat mengakses bahan bacaan kapan saja tanpa perlu datang langsung ke perpustakaan. Ia menilai, minat baca akan tumbuh apabila layanan literasi disesuaikan dengan kebiasaan digital masyarakat modern.

“Ke depannya, perpustakaan dan arsip di Sigi bisa diakses dalam satu sistem digital. Arsip dan buku akan tersedia dalam format digital agar mudah dijangkau siapa pun,” katanya.

Selain itu, Imron menyoroti potensi besar penggiat literasi lokal, seperti pendongeng dan pelestari budaya, yang menurutnya perlu dilibatkan dalam gerakan menumbuhkan minat baca anak-anak di Sigi.

“Kita punya banyak penggiat literasi potensial, tetapi belum banyak yang dilirik. Kami akan hidupkan kembali kegiatan mereka untuk mensosialisasikan minat baca kepada anak-anak,” tuturnya.

Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Dispusip Sigi juga tengah menyiapkan aplikasi perpustakaan digital. Melalui aplikasi ini, pelajar dan mahasiswa bisa mencari referensi buku tanpa harus datang ke perpustakaan.

“Saya ingin orang datang ke perpustakaan tidak lagi hanya melihat rak buku, tetapi juga membuka komputer untuk mencari buku lewat sistem digital. Ini penting, terutama bagi mahasiswa Sigi yang kuliah di luar daerah agar bisa tetap mengakses koleksi buku dari jauh,” jelasnya.

Lebih menarik lagi, Dispusip Sigi berencana meluncurkan program permainan edukatif berbasis digital pada tahun 2026 mendatang. Program tersebut akan menghadirkan game bertema sejarah dan budaya lokal Sigi dalam format interaktif, seperti Roblox, yang bisa dimainkan anak-anak menggunakan perangkat khusus.

“Game ini akan menampilkan sejarah dan dongeng lokal Sigi, seperti Kerajaan Lemba dan Danau Lindu. Saat anak-anak bermain, mereka akan menemukan cerita dan tokoh-tokoh lokal agar mengenal sejarah daerahnya sendiri,” terang Imron.

Ia menambahkan, setiap cerita akan dikemas dengan pesan moral dan edukatif, seperti ajakan menjaga lingkungan dan hutan. Dengan begitu, sejarah tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda.

Imron juga meminta seluruh pegawai Dispusip agar aktif memperkenalkan tokoh, pahlawan, dan budaya lokal kepada anak-anak setiap kali turun ke lapangan.

“Budaya dan sejarah lokal sangat penting dikenalkan sejak dini. Tanpa media digital, perpustakaan dan arsip akan stagnan. Karena itu, kami terus berupaya keluar dari zona lama agar masyarakat melihat perpustakaan sebagai ruang belajar yang modern,” tegasnya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada kendala seperti keterbatasan jaringan internet dan perangkat komputer di beberapa wilayah. Namun, pihaknya berkomitmen untuk mengatasinya secara bertahap agar seluruh masyarakat dapat menikmati layanan literasi digital tanpa terkendala jarak dan fasilitas.

Selain digitalisasi, Dispusip Sigi juga tetap mengoperasikan perpustakaan keliling yang menyasar wilayah-wilayah pegunungan untuk menjaga semangat membaca anak-anak.

“Perpustakaan keliling tidak akan hilang. Justru itu menjadi cara kami menjangkau daerah terpencil sekaligus mengenalkan konsep digitalisasi melalui kerja sama dengan para penggiat literasi,” imbuhnya.

Melalui program digitalisasi dan inovasi literasi ini, Dispusip Sigi berharap mampu menghadirkan perpustakaan modern yang inklusif, memadukan teknologi dan kearifan lokal sebagai bagian dari upaya mencerdaskan masyarakat Kabupaten Sigi. (Angel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *