Anggota DPRD Sigi Dorong Pembangunan Pasar Modern, Irma: Jangan Sampai Sigi Hanya Jadi Daerah Lintasan

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, mendorong Pemerintah Kabupaten Sigi untuk segera merencanakan pembangunan pasar modern atau pasar induk di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah. (Foto/Journalrakyat)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sigi, Irma Haflianty Yangka, mendorong Pemerintah Kabupaten Sigi untuk segera merencanakan pembangunan pasar modern atau pasar induk di wilayah Sigi, Sulawesi Tengah.

Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama mitra Organisasi Perangkat Daerah (OPD), komisi III  DPRD Sigi yang digelar pada Rabu (21/1/2026).

Bacaan Lainnya

Politisi perempuan dari Partai NasDem itu menilai, pembangunan pasar modern sangat penting mengingat potensi sektor pertanian di Kabupaten Sigi yang cukup besar.

Menurutnya, tanpa adanya pasar induk yang memadai, Sigi berpotensi hanya menjadi daerah lintasan distribusi hasil pertanian ke wilayah lain.

“Terkait dengan perencanaan pembangunan pasar modern ini sangat baik, melihat potensi pertanian di Sigi cukup besar. Kalau kita tidak menyediakan pasar modern atau pasar induk, kemungkinan Sigi hanya menjadi jembatan penyeberangan saja,” ujar Irma.

Ia menjelaskan, secara geografis Kabupaten Sigi merupakan daerah lintasan yang dilalui oleh berbagai wilayah sekitar. Kondisi tersebut seharusnya menjadi peluang bagi Sigi untuk menjadi pusat penampungan dan distribusi hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan perekonomian serta pemasukan daerah.

“Sigi ini merupakan lintasan yang dilalui daerah lain ke depan. Kenapa tidak Sigi menjadi tempat untuk menampung hasil produksi, sehingga dapat meningkatkan perekonomian dan pemasukan daerah,” katanya.

Dalam RDP tersebut juga disampaikan bahwa rencana pembangunan pasar modern atau pasar induk akan berlokasi di Jalan Lando, Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru. Menanggapi hal itu, Irma menekankan pentingnya keterbukaan informasi dan koordinasi lintas sektor, khususnya antara Komisi III DPRD Sigi dengan OPD terkait yang menjadi mitra.

“Maksud saya, ketika pasar induk ini sudah berfungsi dengan baik dan kami dari Komisi III bermitra dengan BPBD, maka informasi-informasi lanjutan juga kami butuhkan. Supaya saat menyusun RAB dan DED, kami mengetahui secara pasti kebutuhan anggarannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya data dan perencanaan yang matang, seluruh kebutuhan anggaran dapat dikolaborasikan dan dibahas secara bersama dalam pembahasan anggaran daerah.

“Pada intinya saya sangat setuju dengan adanya pasar induk atau pasar modern ini, agar Kabupaten Sigi tidak tertinggal. Sangat disayangkan hasil bumi kita melimpah, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal,” tutup Irma. (Ngel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *