SIGI, JOURNALRAKYAT.COM – Kepedulian terhadap masyarakat Kabupaten Sigi yang terdampak gempa bumi terus berdatangan dari berbagai pihak. Kali ini, bantuan kemanusiaan datang dari pasangan selebritas sekaligus pengusaha nasional, Raffi Ahmad dan Nagita Slavina.
Bantuan senilai Rp500 juta tersebut diserahkan pada Minggu (28/6/2026) di kediaman Bupati Sigi di Kecamatan Dolo. Bantuan diterima langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, melalui perwakilan tim Raffi Ahmad dan Nagita Slavina yang didampingi Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman.
Dana bantuan akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat yang masih terdampak bencana, mulai dari penyediaan air bersih, paket sembako, pakaian layak pakai, hingga berbagai kebutuhan kemanusiaan lainnya di lokasi pengungsian.
Tak hanya itu, sebagian bantuan juga dialokasikan sebagai santunan tunai bagi keluarga korban meninggal dunia di sejumlah desa terdampak, di antaranya Desa Kamarora A, Desa Berdikari, dan Desa Ampera.
Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina kepada masyarakat Sigi yang saat ini masih berupaya bangkit dari dampak bencana.
Menurutnya, bantuan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh publik, sangat berarti dalam mempercepat proses pemulihan, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun anggota keluarganya akibat gempa.
Sebagaimana diketahui, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,7 mengguncang Kabupaten Sigi pada Selasa, 16 Juni 2026 sekitar pukul 11.27 WITA. Bencana tersebut menyebabkan kerusakan cukup luas dengan sedikitnya 2.319 unit rumah warga mengalami kerusakan dalam berbagai kategori. Selain itu, puluhan fasilitas umum, seperti sekolah dan rumah ibadah, juga terdampak.
Gempa tersebut juga mengakibatkan ratusan warga mengalami luka-luka serta menimbulkan korban jiwa di sejumlah desa yang berada di wilayah terdampak paling parah.
Bantuan dari Raffi Ahmad dan Nagita Slavina diharapkan dapat meringankan beban para penyintas sekaligus menjadi bentuk solidaritas bagi masyarakat Sigi yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana. (***)






