JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mempercepat modernisasi sektor pertanian sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS), yang menjadi bagian dari upaya transformasi pertanian di Sulawesi Tengah, Selasa (14/7/2026).
Dalam sambutannya, Anwar Hafid mengungkapkan bahwa pembangunan di Sulawesi Tengah terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 70,90 pada 2024 menjadi 71,68 pada 2025. Peningkatan tersebut mencerminkan membaiknya kualitas hidup masyarakat, baik dari sektor pendidikan, kesehatan, maupun standar hidup yang layak.
Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sigi juga diproyeksikan meningkat dari 3,50 persen pada 2024 menjadi 3,93 persen pada 2025. Sementara itu, angka kemiskinan berhasil ditekan menjadi 10,47 persen dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 2,30 persen pada 2025.
Menurut Anwar Hafid, berbagai capaian tersebut harus diperkuat dengan transformasi sektor pertanian yang mampu menjawab tantangan masa depan.
“Program Perluasan Penerapan Budidaya Padi Pertanian Modern (PM-AAS) merupakan langkah nyata untuk menjawab berbagai tantangan pertanian saat ini. Perubahan iklim, keterbatasan tenaga kerja, efisiensi biaya produksi hingga kebutuhan meningkatkan hasil panen mengharuskan kita meninggalkan pola konvensional dan beralih ke pertanian modern berbasis teknologi,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian yang dinilainya menjadi ujung tombak keberhasilan pembangunan sektor pertanian.
“Di tangan para penyuluh, ilmu pengetahuan, inovasi, dan teknologi dapat diterjemahkan menjadi praktik yang mudah dipahami dan diterapkan oleh para petani,” katanya.
Anwar Hafid menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akan terus mendukung pembangunan pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, pembangunan infrastruktur irigasi, pengembangan kawasan pertanian modern, peningkatan kualitas sumber daya manusia pertanian, hingga penguatan kelembagaan petani.
Selain itu, pemerintah juga terus mengakselerasi program ketahanan pangan nasional melalui kegiatan cetak sawah dan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB).
Berdasarkan data terbaru, melalui dukungan APBN ditargetkan pencetakan sawah baru seluas 10.180 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten potensial, di antaranya Buol seluas 3.028 hektare, Donggala 985 hektare, Morowali Utara 1.505 hektare, serta Tojo Una-Una, Tolitoli, Poso, Sigi, Banggai, Parigi Moutong, dan Banggai Laut.
Hingga saat ini, realisasi kontrak telah mencapai 6.163,35 hektare atau sekitar 60,54 persen dari target. Kabupaten Tolitoli, Poso, dan Banggai bahkan telah mencapai realisasi 100 persen.
Apabila seluruh target tersebut dapat diselesaikan, program ini diproyeksikan mampu menghasilkan tambahan produksi padi sekitar 61.080 ton Gabah Kering Giling (GKG) per tahun dengan asumsi dua kali musim tanam dan produktivitas rata-rata tiga ton per hektare.
Menurut Anwar Hafid, capaian tersebut akan menjadi penguat Program Berani Panen Raya yang sedang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus mendukung Asta Cita Presiden di bidang ketahanan pangan serta pengendalian inflasi beras.
Di akhir sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan rapat koordinasi tersebut sebagai momentum memperkuat sinergi dan merumuskan kebijakan yang dapat segera diterapkan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah.
“Saya berharap melalui rapat koordinasi ini lahir berbagai rumusan kebijakan, strategi, dan langkah konkret yang dapat segera diimplementasikan. Jadikan forum ini sebagai ruang berbagi pengalaman, bertukar inovasi, memperkuat sinergi, dan menyusun langkah bersama dalam mempercepat modernisasi pertanian,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mewujudkan pertanian Sulawesi Tengah yang semakin produktif, efisien, ramah lingkungan, berbasis teknologi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkokoh ketahanan pangan daerah maupun nasional. (**)






