JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi, Sulawesi Tengah, berkomitmen mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya peningkatan gizi dan kesehatan anak-anak sekolah.
Untuk merealisasikan program ini, Pemkab telah menyiapkan anggaran cadangan sekitar Rp17 miliar per tahun, dengan harapan dapat menjangkau seluruh wilayah, termasuk daerah pelosok.
Bupati Sigi, Mohamad Irwan Lapatta, menegaskan bahwa program ini harus merata, tanpa terkecuali.
“Tentunya program makan bergizi gratis ini harus menyentuh semua anak-anak di Kabupaten Sigi, termasuk mereka yang tinggal di wilayah terpencil,” katanya Minggu (16/2/2025).
Sebagai langkah awal, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan stakeholder terkait untuk membahas pemetaan lokasi serta kesiapan dapur umum di setiap kecamatan.
Irwan mengakui bahwa Kabupaten Sigi memiliki tantangan geografis yang cukup besar, terutama untuk menjangkau wilayah terpencil seperti Pipikoro, Kulawi Selatan, dan Marawola Barat.
“Wilayah kita ini terdiri dari 16 kecamatan dan 176 desa. Jangkauan distribusi menjadi tantangan tersendiri, karena ada daerah-daerah yang sulit diakses. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan strategi agar program ini benar-benar efektif,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran program ini, Pemkab Sigi menggandeng Kodim 1306 Kota Palu sebagai koordinator utama, dengan peran masing-masing koramil di Kabupaten Sigi sebagai unit pelaksana teknis pada dapur umum.
“Dapur umum ini nantinya akan dikelola bersama oleh pihak kecamatan, dengan dukungan TNI dalam menggerakkan TP PKK serta masyarakat setempat,” ujar Irwan.
Namun, hingga saat ini, pelaksanaan program masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat.
“Kami siap melaksanakan dan mendukung program nasional ini, tapi kita juga masih menunggu arahan lebih lanjut terkait juklak dan juknisnya,” tambahnya.
Sementara itu, Perwira Penghubung (Pabung) Kodim 1306 Kota Palu, Mayor Infanteri Tarno, mengatakan bahwa pihaknya belum menerima kepastian kapan program ini akan dimulai di Sigi.
“Sampai saat ini, kami belum mendapat informasi dari tim makan bergizi gratis mengenai waktu pelaksanaannya, karena dapur umum pun masih dalam tahap persiapan,” katanya.
Saat ini, Kabupaten Sigi baru memiliki satu dapur umum untuk mendukung program MBG. Awalnya, dapur ini direncanakan berada di Kalukubula, Kecamatan Sigi Biromaru, tetapi karena tidak memenuhi standar, lokasinya dipindahkan ke Desa Kabobona, Kecamatan Dolo.
Dalam tahap awal, program MBG akan difokuskan pada 13 sekolah dengan total 3.313 siswa yang terdiri dari jenjang TK, SD, SMP, SMA, dan Madrasah Aliyah (MA).
Rinciannya, program ini akan mencakup:
2 Taman Kanak-Kanak (TK)
6 Sekolah Dasar (SD)
2 Sekolah Menengah Pertama (SMP)
3 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA)
Pemkab Sigi berharap bahwa program ini dapat segera direalisasikan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kesejahteraan anak-anak sekolah di daerah tersebut.
“Kita ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan asupan gizi yang cukup, terutama mereka yang tinggal di daerah pelosok. Jika gizi mereka baik, daya pikir dan kesehatan mereka juga akan meningkat,” pungkas Irwan.
Dengan kesiapan anggaran serta kerja sama lintas sektor, Pemkab Sigi optimis bahwa program Makan Bergizi Gratis ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi generasi penerus di daerah tersebut. (*)






