JOURNALRAKYAT.COM, TOLITOLI – Anggota DPRD Kabupaten Tolitoli, Jemi Yusuf, menyoroti keterbatasan akses internet di desa-desa yang masih menjadi kendala dalam perkembangan wilayah itu.
Ia menegaskan pentingnya penganggaran khusus untuk membangun infrastruktur digital yang merata di seluruh desa.
Hal itu disampaikan Jemi dalam rapat paripurna terkait penginputan pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD Tolitoli untuk masa sidang pertama tahun 2025.
Ia mendorong agar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta Dana Desa dialokasikan untuk penyediaan jaringan internet di 103 desa yang tersebar di 10 kecamatan se-Kabupaten Tolitoli.
“Kita harus memastikan tidak ada lagi desa yang tertinggal dari akses internet. Ini bukan hanya soal komunikasi, tetapi juga mendukung perkembangan desa, pendidikan, kesehatan, sosial budaya, serta membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat desa,” ujar Jemi, Senin (3/1/2024).
Menurutnya, dengan akses internet yang memadai, desa-desa di Tolitoli bisa memperluas jaringan pemasaran hasil bumi seperti cengkeh, kopra, kopi, kakao dan produk-produk unggulan lainnya.
Selain itu, layanan digital juga dapat meningkatkan efisiensi pemerintahan desa serta mempercepat penyebaran informasi penting bagi masyarakat.
“Minimal, jika akses internet belum bisa merata ke seluruh rumah warga, setidaknya kantor desa harus memiliki jaringan internet yang layak. Dengan begitu, informasi tetap bisa berjalan dan pelayanan publik lebih maksimal,” tambahnya.
Jemi juga menyoroti pentingnya mendukung penyedia jasa layanan iklan media lokal asal Tolitoli.
Ia menyayangkan banyaknya penyedia jasa iklan media lokal yang justru lebih banyak digunakan di luar daerah, sementara pemerintah daerah sendiri belum memberi perhatian penuh terhadap potensi mereka.
“Ironisnya, penyedia layanan yang bisa mempromosikan produk-produk daerah kita malah lebih sering digunakan oleh daerah lain. Seharusnya pemerintah daerah memberi kesempatan lebih kepada anak-anak kita sendiri untuk berkembang,” kata Jemi.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa infrastruktur digital yang baik juga akan membuka peluang bagi generasi muda desa, terutama mereka yang menekuni bidang kreatif seperti influencer dan konten kreator di media sosial.
“Jangan sampai hanya DPRD yang bisa membuat konten, sementara anak-anak kita di 103 desa yang punya bakat luar biasa justru tidak memiliki fasilitas pendukung. Kita harus memberikan ruang bagi mereka,” pungkasnya. (*)






