Dari Panggung Bertutur, Anak Sigi Asah Keberanian dan Cinta Budaya

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Upaya membangun generasi literat terus digencarkan di Kabupaten Sigi. Salah satunya melalui lomba bertutur tingkat SD dan MI yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Sigi, Rabu (6/6/2026), di Gedung Ampera, Desa Mpanau, Kecamatan Sigi Biromaru.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang lomba, tetapi menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri, melatih kepercayaan diri, serta menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal melalui cerita rakyat.

Bacaan Lainnya

Kepala Dispusip Sigi, Imron Noor, menegaskan bahwa literasi harus dibangun sejak dini dengan pendekatan yang menarik dan menyenangkan.

“Bertutur adalah salah satu metode efektif. Anak-anak belajar berbicara, memahami isi cerita, sekaligus menyampaikan pesan dengan cara yang kreatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi dan mengkomunikasikannya secara baik. Karena itu, lomba bertutur dinilai mampu menjawab tantangan tersebut.

Mengusung tema “Melalui Bertutur Kita Lestarikan Budaya dan Tingkatkan Literasi Anak”, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan kembali cerita-cerita rakyat yang sarat nilai moral dan kearifan lokal.

Antusiasme peserta pun terlihat meningkat. Tahun ini, sebanyak 29 siswa ambil bagian, naik signifikan dibanding tahun sebelumnya yang hanya diikuti 15 peserta.

“Ini menjadi indikator bahwa minat sekolah dan siswa terhadap kegiatan literasi semakin tumbuh,” tambah Imron.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari pemerintah pusat dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan nonfisik dari Perpustakaan Nasional. Dukungan tersebut sangat membantu terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan ke depannya, sehingga semakin banyak generasi muda yang tertarik untuk membaca, bercerita, dan melestarikan budaya literasi di daerah kita,” tambahnya.

Panitia menyediakan berbagai bentuk apresiasi, mulai dari uang pembinaan bagi juara hingga piagam penghargaan bagi seluruh peserta. Dewan juri yang dilibatkan berasal dari kalangan pendidikan dan pegiat literasi.

Sementara itu, Ketua PKK Sigi yang juga Bunda Literasi, Siti Halwiah, menekankan bahwa kegiatan seperti ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak.

“Di tengah perkembangan teknologi saat ini, kemampuan membaca, memahami, dan menyampaikan informasi menjadi sangat penting. Itu adalah bekal masa depan anak-anak kita,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk tampil percaya diri dan menjadikan lomba ini sebagai pengalaman berharga, bukan sekadar mengejar kemenangan.

“Kemenangan sejati adalah keberanian untuk tampil dan terus belajar. Kalian adalah generasi yang akan membawa masa depan Sigi,” pesannya kepada para peserta.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kemampuan komunikasi yang baik, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

Ke depan, lomba bertutur diharapkan terus menjadi agenda rutin dan prioritas dalam pengembangan literasi di Kabupaten Sigi, sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya melalui cerita yang terus hidup dari generasi ke generasi. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *