Indosat Perkenalkan Sahabat-AI, Anak Muda Palu Diajak Jadi Generasi Digital Cerdas

Evp head of circle Kalisumapa IOH, Suwandi TJIA, memperkenalkan sekaligus layanan Sahabat-AI, yang dibuat oleh putra-putri Indonesia. Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bertajuk Media Update Jelajah Tri Palu, Rabu 27 Agustus 2025. (Foto:Journalrakyat.com)

JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menghadirkan inovasi terbaru berupa Sahabat-AI.

Kehadiran teknologi kecerdasan buatan karya anak bangsa ini menjadi langkah nyata Indosat untuk mendorong masyarakat, khususnya generasi muda di Indonesia, agar mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dengan lebih bijak dan bermanfaat.

EVP Head of Circle Kalisumapa IOH, Suwandi Tjia, dalam kegiatan Media Update Jelajah Tri Palu yang digelar di Sriti Convention Hall pada Rabu (27/8/2025), mengatakan bahwa Sahabat-AI merupakan inovasi yang dikembangkan langsung oleh putra-putri Indonesia.

“Indosat mengeluarkan inovasi khusus untuk AI yang kami beri nama Sahabat-AI. Keunggulannya adalah menggunakan bahasa Indonesia serta tiga bahasa daerah, yakni Jawa, Sunda, dan Bali. Ke depan akan terus dikembangkan agar bisa mendukung bahasa daerah lain yang ada di Indonesia,” jelas Suwandi.

Menurutnya, meski saat ini bahasa daerah di Sulawesi belum tersedia, pembaruan akan terus dilakukan secara bertahap.

“Sahabat-AI adalah karya asli anak bangsa dan inovasi pertama dari Indosat. Ini juga menjadi bukti bahwa Indosat merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi yang mendapat lisensi resmi dalam pengembangan AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, kata Suwandi, sekitar 31 persen penduduk Kota Palu berasal dari kalangan generasi Z yang sangat dekat dengan teknologi digital. Karena itu, IOH memandang penting untuk memperkenalkan literasi kecerdasan buatan sejak dini.

Ia mencontohkan, saat ini IOH telah menjalin kerja sama dengan SMA Negeri 2 Palu sebagai langkah awal, dan ke depan pelatihan literasi digital berbasis AI akan digelar secara bergilir di sekolah-sekolah lain di wilayah Kota Palu dan sekitarnya.

Indosat sendiri memiliki pusat pengembangan AI atau AI Center yang tersebar di Jakarta, Solo, dan Jayapura, yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan talenta digital dari berbagai daerah.

Di balik layanan Sahabat-AI, Indosat juga membangun infrastruktur teknis yang kuat melalui GPU Merdeka yang dioperasikan oleh Lintasarta-AI Factory. Dengan adanya pusat pelatihan dan pengelolaan data yang dilakukan secara lokal, keamanan data masyarakat tetap terjaga sesuai regulasi nasional.

Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Indosat untuk menghadirkan teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga aman bagi pengguna di Indonesia.

Suwandi menjelaskan bahwa Sahabat-AI merupakan Large Language Model bersifat open-source yang dirancang untuk mendukung penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi IOH dengan GoTo dan menjadi bukti nyata kedaulatan digital Indonesia di tengah maraknya perkembangan teknologi global.

Keberadaan Sahabat-AI diharapkan bisa menjembatani kesenjangan digital, memberikan kemudahan dalam komunikasi, serta meningkatkan kualitas layanan di berbagai sektor.

Sekedar informasi, pemanfaatan Sahabat Ai tidak hanya terbatas untuk keperluan individu, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam dunia pendidikan, layanan publik, hingga dunia usaha.

Di bidang kesehatan, misalnya, AI ini bisa membantu riset obat, mendokumentasikan rekam medis, dan memberikan rekomendasi perawatan. Dalam sektor perbankan, teknologi ini mampu mendukung penilaian risiko, deteksi penipuan, hingga rekomendasi finansial. Pada sektor manufaktur, AI dapat dimanfaatkan untuk inspeksi kualitas, pemeliharaan prediktif, serta peningkatan produktivitas.

Sementara di sektor ritel, keberadaan AI bisa mendukung strategi pemasaran dengan menghadirkan rekomendasi produk, asisten belanja virtual, dan konten promosi otomatis.

Kehadiran Sahabat-AI juga semakin istimewa karena dapat diakses secara gratis oleh masyarakat. Teknologi ini memiliki 70 miliar parameter yang membuatnya cukup mumpuni digunakan oleh akademisi, pelaku bisnis, hingga individu. Keunggulan lain adalah seluruh data disimpan secara lokal sehingga keamanan informasi tetap terjamin.

“Dengan berkembangnya teknologi AI, pekerjaan sehari-hari bisa menjadi lebih mudah. Bagi para pelajar, misalnya, AI kini banyak digunakan untuk membantu proses pembelajaran mereka. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tengah, khususnya di Kota Palu, untuk memanfaatkan Sahabat-AI agar dapat merasakan manfaat nyata dari inovasi karya anak bangsa ini,” tutup Suwandi. (Ngel)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *