JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Di tengah derasnya arus informasi digital, pelajar dituntut tidak hanya mampu mengakses informasi, tetapi juga memahami mana konten yang layak dipercaya dan digunakan.
Hal itu menjadi perhatian Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulawesi Tengah melalui program School to School yang kembali menyasar pelajar di Kota Palu. Kali ini, kegiatan digelar di SMK Negeri 3 Palu, Selasa (8/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, KPID Sulteng menggandeng Honda Anugerah Perdana. KPID memberikan edukasi mengenai penyiaran, sementara Honda turut menyampaikan kampanye keselamatan berkendara kepada para pelajar.
Program School to School merupakan bagian dari upaya KPID Sulteng meningkatkan literasi pelajar mengenai penyiaran, khususnya pemahaman terhadap Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS).
Komisioner KPID Sulteng, Mita Meinansi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan dasar-dasar penyiaran kepada pelajar, termasuk kewenangan KPI dan KPID serta aturan yang mengatur isi siaran.
“Kegiatan ini untuk memberikan pemahaman dasar tentang penyiaran, kewenangan KPI dan KPID, serta Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran atau P3-SPS,” ujar Mita.
Menurut Mita, perkembangan media digital membuat televisi dan radio mulai ditinggalkan sebagian pemirsa dan pendengar, khususnya generasi muda. Meski demikian, KPID Sulteng masih melihat kedua media tersebut memiliki peran penting dalam penyebaran informasi yang dapat dipercaya.
Ia mengatakan, isi siaran televisi dan radio diawasi berdasarkan ketentuan yang berlaku sehingga masyarakat memiliki alternatif sumber informasi yang tidak mudah dipenuhi kabar palsu atau hoaks.
Mita menjelaskan, kewenangan pengawasan terhadap isi siaran televisi dan radio merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran yang menjadi payung hukum KPI Pusat dan KPID.
Selain Mita, Komisioner KPID Sulteng sekaligus Koordinator Bidang Pengembangan Kebijakan dan Sistem Penyiaran (PKSP), Muhammad Faras Muhadzdzib Lembah, turut memberikan materi kepada para pelajar.
Faras mengajak pelajar agar lebih bijak dalam memilah, menyaring, dan menggunakan informasi yang diperoleh dari berbagai media.
Menurutnya, usia remaja merupakan masa yang tepat untuk mendapatkan edukasi mengenai penyiaran. Pemahaman terhadap P3-SPS diharapkan dapat menjadi bekal bagi pelajar dalam menggunakan media secara lebih bijak.
“Tujuannya bagaimana pemahaman mengenai P3SPS bisa disampaikan secara langsung, terutama kepada para pelajar,” tutur Faras.
Sementara itu, kolaborasi KPID Sulteng dengan Honda Anugerah Perdana juga membawa pesan mengenai pentingnya keselamatan berkendara bagi pelajar.
Instruktur Keselamatan Berkendara CV Anugerah Perdana, Yusman, mengatakan pihaknya bangga dapat bermitra dengan KPID Sulteng melalui kegiatan tersebut. Kolaborasi itu dinilai menjadi salah satu langkah untuk mendukung terwujudnya target Zero Accident 2030.
“Kami terus berharap kolaborasi ini tetap berjalan, sehingga apa yang diinginkan bisa tercapai,” kata Yusman.
Ia menjelaskan, kampanye keselamatan berkendara menjadi salah satu fokus kegiatan CSR Honda Anugerah Perdana melalui slogan #Cari_Aman.
Dalam kegiatan tersebut, Yusman menyampaikan materi mengenai cara berkendara yang aman kepada para pelajar melalui kampanye #JagoCariAmanBiarHappy.
Tak hanya materi edukasi, kegiatan juga dirangkaikan dengan sejumlah aktivitas luar ruangan. Para pelajar mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, di antaranya Free Fire, school performance, serta riding experience.
Program School to School KPID Sulteng sendiri akan kembali menyasar sejumlah sekolah di Kota Palu. Setelah sebelumnya terlaksana di tiga sekolah tingkat SMA/SMK pada Agustus, kegiatan pada September juga dijadwalkan berlangsung di SMA Negeri 4 Palu dan SMA Negeri 6 Palu. (***)






