Pemkab Sigi Usulkan 14 Saluran Irigasi untuk Dorong Cetak Sawah Baru

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mendorong penguatan irigasi sebagai bagian dari upaya mempercepat program cetak sawah baru di Kabupaten Sigi. (Foto/ist)

JOURNALRAKYAT.COM, SIGI — Program cetak sawah baru di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, masih menghadapi tantangan ketersediaan air. Dari 103 hektare lahan yang telah masuk progres cetak sawah, baru sekitar 30 hektare yang ditanami.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sigi mengusulkan pembangunan 14 titik saluran irigasi kepada Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Bacaan Lainnya

Bupati Sigi Moh Rizal Intjenae mengatakan, usulan tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang menjadi bagian dari pengembangan pertanian, yakni Palolo, Dolo Barat, Dolo Selatan, Kulawi, Marawola, serta kawasan Biromaru arah Paneki.

“Alhamdulillah, saya sedang masukkan usulan ke Balai Wilayah Sungai Sulawesi III sebanyak 14 unit pembuatan saluran irigasi yang tersebar di Palolo, Dolo Barat, Dolo Selatan, Kulawi, Marawola, dan Biromaru arah Paneki,” kata Rizal saat ditemui awak media di Kalukubula, Kamis.

Menurut Rizal, pembangunan infrastruktur irigasi menjadi salah satu bagian penting dalam mendorong hilirisasi sektor pertanian. Pembukaan lahan sawah baru, kata dia, harus dibarengi dengan kesiapan sarana pendukung agar lahan dapat benar-benar produktif.

“Jika terkait pertanian khususnya sawah, maka pemerintah daerah harus konsisten terlebih dahulu untuk persoalan irigasinya sudah siap, ketersediaan lahan, penyediaan bibit, pupuk, dan terakhir pemasaran,” ujarnya.

Ia menyebut, salah satu kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program cetak sawah baru saat ini adalah menurunnya debit air pada sejumlah saluran irigasi. Kondisi tersebut terjadi di tengah pengaruh El Nino yang berdampak terhadap ketersediaan air di beberapa wilayah pertanian.

Karena itu, Pemkab Sigi tidak hanya mengandalkan jaringan irigasi yang sudah ada, tetapi juga mengupayakan dukungan sarana air lainnya.

Tahun ini, pemerintah daerah akan menerima bantuan aspirasi dari Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Muhidin M Said berupa 25 unit sumur pompa dan pipanisasi.

Bantuan tersebut nantinya diarahkan untuk kawasan pertanian sawah yang berada di atas tanggul, antara lain Sidera, Soulowe, Boya Bunga, Watunonju dan Bora.

Selain sarana pengairan, bantuan juga mencakup bibit untuk mendukung produksi pertanian, yakni bibit padi untuk 300 hektare lahan sawah dan bibit jagung untuk lahan seluas 300 hektare.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi Afit Lamakarate mengatakan, progres program cetak sawah baru saat ini telah mencapai 103 hektare.

Namun, dari luasan tersebut, baru 30 hektare yang telah masuk tahap penanaman.

“Dari 103 hektare, yang sudah tanam baru 30 hektare,” kata Afit.

Program cetak sawah baru tersebut tersebar di Kecamatan Lindu, Dolo Selatan, Dolo, Sigi Kota dan Marawola.

Adapun berdasarkan hasil validasi Luas Baku Sawah (LBS), luas lahan pertanian sawah di Kabupaten Sigi hingga Desember 2024 tercatat mencapai 15.280 hektare.

Pemkab Sigi berharap penguatan jaringan irigasi, dukungan sumur pompa, ketersediaan bibit dan sarana produksi lainnya dapat mempercepat pemanfaatan lahan hasil cetak sawah baru sehingga tidak berhenti pada pembukaan lahan, tetapi berlanjut hingga tahap produksi. (***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *