JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan secara nasional tidak akan berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Sigi.
Ia memastikan bahwa dua sektor tersebut tetap menjadi prioritas pemerintah daerah dan tidak akan mengalami pemangkasan anggaran.
Pernyataan ini disampaikan Rizal setelah mengikuti retret di Magelang, di mana ia mendapatkan banyak wawasan baru mengenai pengelolaan anggaran daerah.
Menurutnya, efisiensi anggaran adalah kebijakan yang diperlukan untuk memastikan pemerataan pembangunan, namun harus dilakukan dengan perencanaan yang matang agar tidak menghambat program-program strategis.
“Efisiensi anggaran itu bukan berarti memotong semua program, tapi bagaimana kita bisa mengatur supaya anggaran digunakan seefektif mungkin. Memang, ada zona nyaman yang terganggu, tapi tugas kita adalah mencari solusi agar program tetap berjalan optimal,” ujar Rizal.
Diketahui, efisiensi anggaran ini juga untuk mendukung salah satu program Presiden Prabowo Subianto yakni Makan Siang Gratis (MBG).
Rizal menegaskan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi di berbagai sektor, pendidikan dan kesehatan harus tetap mendapatkan porsi anggaran yang layak.
Baginya, dua sektor ini adalah fondasi utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan tidak boleh dikorbankan dalam kebijakan efisiensi.
“Saya tegaskan, anggaran untuk pendidikan dan kesehatan di Sigi tidak akan dikurangi sama sekali. Ini adalah komitmen kami untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang layak,” katanya.
Ia mencontohkan bahwa sektor pendidikan membutuhkan anggaran yang stabil untuk mendukung berbagai program peningkatan kualitas sekolah, pengadaan fasilitas, hingga kesejahteraan tenaga pendidik.
Begitu juga dengan sektor kesehatan, yang harus terus diperkuat demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama dalam hal ketersediaan obat, alat kesehatan, serta operasional rumah sakit dan puskesmas.
Rizal menjelaskan bahwa dalam menerapkan efisiensi anggaran, pemerintah Kabupaten Sigi akan mengutamakan pengurangan pada sektor-sektor yang dinilai tidak mendesak, tanpa mengganggu pelayanan publik yang krusial.
“Efisiensi ini bukan sekadar mengurangi pengeluaran, tapi memastikan bahwa anggaran digunakan dengan tepat sasaran. Kita akan memperketat pengawasan belanja operasional yang tidak esensial, seperti perjalanan dinas yang kurang mendukung produktivitas. Namun, untuk pendidikan dan kesehatan, tidak ada kompromi,” jelasnya.
Selain itu, Rizal juga mendorong inovasi dalam pengelolaan anggaran daerah agar setiap rupiah yang dialokasikan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Ia meminta jajarannya untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pendanaan alternatif, seperti kerja sama dengan sektor swasta dan optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD).
Dengan memastikan efisiensi anggaran tidak mengganggu sektor pendidikan dan kesehatan, Rizal berharap Kabupaten Sigi dapat terus berkembang dengan kebijakan yang lebih efektif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa efisiensi ini membawa manfaat bagi masyarakat, bukan justru menambah beban. Dengan anggaran yang dikelola lebih baik, kami optimis Sigi bisa tumbuh lebih maju dan memberikan layanan terbaik bagi warga,” pungkasnya.
Dengan komitmen tersebut, Rizal memastikan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi di tingkat nasional, Kabupaten Sigi akan tetap fokus pada pembangunan manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh masyarakat. (Angel).






