JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas harga gabah dan jagung di tingkat petani guna memastikan kesejahteraan mereka tetap terjaga.
Ia meminta dinas terkait untuk mengawal harga dua komoditas tersebut agar tetap sesuai standar yang telah ditetapkan.
Rizal menekankan bahwa harga gabah minimal harus berada di angka Rp6.500 per kilogram, sebagaimana kebijakan yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, jika harga turun di bawah angka tersebut, petani akan mengalami kerugian yang berpotensi mengganggu produksi di musim tanam berikutnya.
“Jangan coba-coba menurunkan harga gabah. Harga harus tetap di angka Rp6.500 per kilogram, begitu pula harga jagung. Sekali lagi, saya tegaskan, dua komoditas ini tidak boleh sampai anjlok,” kata Rizal dalam sambutannya di kediamannya, usai menghadiri retret di Magelang pada Minggu (2/3/2024).
Lebih lanjut, Rizal menegaskan bahwa stabilitas harga gabah dan jagung bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan keberlanjutan pertanian di Sigi.
“Jika harga jatuh terlalu rendah, banyak petani yang akan kesulitan untuk menanam kembali pada musim berikutnya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto dalam mendukung kesejahteraan petani harus diterapkan di daerah dengan penuh komitmen.
Untuk itu, ia meminta dinas terkait melakukan pemantauan harga secara berkala agar tidak terjadi permainan harga yang dapat merugikan petani.
“Kalau harga jatuh, siapa yang rugi? Petani kita! Kalau petani tidak bisa menanam lagi, dampaknya ke siapa? Ke kita semua. Jadi, tolong pastikan ini dikawal betul,” tegasnya.
Dengan pengawasan yang ketat, Rizal berharap petani di Sigi tetap mendapatkan harga yang layak sehingga mereka bisa terus berproduksi dan mendukung ketahanan pangan daerah. (*)






