JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi merilis capaian kinerja satu tahun kepemimpinan Bupati Sigi Mohamad Rizal Intjenae bersama Wakil Bupati Samuel Yansen Pongi. Sejumlah indikator makro menunjukkan tren positif, mulai dari penurunan angka kemiskinan, peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hingga pertumbuhan ekonomi daerah.
Berdasarkan data BPS RI, Bappeda Sulteng dan Bapperida Sigi, angka kemiskinan di Kabupaten Sigi pada 2025 tercatat sebesar 10,47 persen. Angka tersebut turun signifikan 1,59 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.
Pada 2021, angka kemiskinan berada di 13,05 persen, kemudian 12,30 persen pada 2022, 12,83 persen pada 2023, dan 12,06 persen pada 2024. Penurunan pada 2025 juga berdampak pada berkurangnya jumlah warga miskin sebanyak 3.770 jiwa, dari 29.800 orang pada 2024 menjadi 26.030 orang pada 2025.
Bahkan, angka kemiskinan Sigi tahun 2025 lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah yang berada di angka 10,92 persen.
Tak hanya itu, IPM Kabupaten Sigi juga mengalami peningkatan dan kini masuk kategori tinggi. Pada 2024, IPM Sigi berada di angka 70,90 poin dan meningkat menjadi 71,68 poin pada 2025. Capaian ini disebut sebagai yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Peningkatan IPM ditopang oleh naiknya angka harapan hidup dan rata-rata lama sekolah. Angka harapan hidup Sigi terus meningkat sejak 2021 sebesar 68,12 tahun menjadi 71,63 tahun pada 2025. Sementara rata-rata lama sekolah naik dari 8,82 tahun pada 2021 menjadi 9,05 tahun pada 2025.
Di sektor ekonomi, laju pertumbuhan ekonomi Sigi juga menunjukkan tren membaik. Setelah sempat berada di angka 3,33 persen pada 2022 dan 3,37 persen pada 2023, pertumbuhan ekonomi meningkat menjadi 3,50 persen pada 2024. Sektor pertanian disebut sebagai penggerak utama ekonomi daerah, disertai optimalisasi program pengentasan kemiskinan.
Selain capaian makro, Pemkab Sigi juga memaparkan hasil lobi ke pemerintah pusat yang telah direalisasikan. Di antaranya pembangunan 17 titik saluran irigasi dari Kementerian PUPR, Sekolah Rakyat dari Kementerian Sosial di Pombewe, Sekolah Patriot di Oloboju, 30 unit internet BAKTI untuk wilayah blank spot pegunungan, bantuan 1,5 juta bibit kakao dari Kementerian Pertanian, serta Inpres Jalan Daerah senilai Rp100 miliar untuk sejumlah ruas strategis.
Pemkab Sigi juga mengklaim dukungan nyata terhadap program nasional (Asta Cita), seperti program makan bergizi gratis di 143 sekolah, cek kesehatan gratis bagi puluhan ribu warga, penguatan Posyandu 6 SPM, pembentukan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga program ketahanan pangan nasional dengan ribuan hektare lahan cetak sawah rakyat.
Program lingkungan dan pengelolaan sampah turut menjadi perhatian, termasuk gerakan Jumat Bersih serta pengelolaan ribuan ton sampah menjadi bahan baku bernilai ekonomi. Kabupaten Sigi juga mendorong status Kabupaten Layak Anak melalui penerapan sekolah dan rumah ibadah ramah anak.
Pemerintah Kabupaten Sigi menyebut berbagai capaian tersebut sebagai bentuk komitmen dalam mendorong kesejahteraan masyarakat dan memperkuat pembangunan daerah secara berkelanjutan. (*)






