JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mendorong seluruh camat dan kepala desa se-Kabupaten Sigi untuk aktif mengimplementasikan program Kecamatan Layak Anak (Kelana) dan Desa Layak Anak (Dekela).
Ajakan ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi Kabupaten Layak Anak Tahun 2025 yang digelar di Aula Kantor Bupati Sigi, Desa Bira, Kecamatan Sigi Biromaru, Senin (2/6/2025).
Dalam sambutannya, Wabup Samuel menekankan bahwa komitmen terhadap pemenuhan hak dan perlindungan anak harus diwujudkan secara nyata mulai dari tingkat kabupaten hingga ke desa-desa.
Lebih lanjut, kata Wabub Samuel, salah satu upaya utamanya adalah memastikan bahwa indikator-indikator Kabupaten Layak Anak benar-benar diterapkan di wilayah masing-masing.
“Beberapa indikator penting harus menjadi perhatian bersama, seperti pembentukan forum anak dan kelompok anak, kepemilikan akta kelahiran, pemenuhan status gizi, penanganan kekerasan terhadap anak, pencegahan pernikahan dini, serta penyediaan ruang bermain anak dan layanan konsultasi keluarga,” ujar Samuel.
Ia juga menyoroti pentingnya menciptakan ruang-ruang publik yang ramah anak di berbagai sektor, mulai dari perkantoran pemerintah, fasilitas kesehatan, hingga institusi pendidikan. Menurutnya, ruang-ruang seperti ini harus aman, bebas asap rokok, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Seluruh OPD dan fasilitas publik wajib menyiapkan ruang yang ramah anak. Ini bentuk tanggung jawab bersama, karena isu perlindungan anak bukan hanya urusan satu instansi, tapi kerja kolektif semua pihak,” tegasnya.
Wabup Samuel menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sigi berkomitmen menjadikan isu pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sebagai program lintas sektor yang dikeroyok bersama oleh semua dinas dan lembaga terkait.
Ia berharap sinergi antarpihak ini bisa mengantarkan Sigi kembali meraih predikat Kabupaten Layak Anak kategori madya di tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, Wabup turut mengapresiasi sejumlah kecamatan yang telah memulai langkah-langkah konkret, seperti Kecamatan Tanambulava dan Kecamatan Lindu.
Keduanya dianggap sebagai contoh awal dari bagaimana upaya perlindungan anak bisa dilakukan secara bertahap dan terukur.
Camat Tanambulava, Suaib, melaporkan bahwa di wilayahnya sudah terdapat dua desa yang memiliki forum anak dan ruang kreativitas anak, serta mulai melibatkan anak-anak dalam kegiatan desa dan forum musyawarah.
“Tiga desa lainnya sedang dalam proses sosialisasi dan penguatan kapasitas melalui pelatihan bersama DP3A,” bebernya.
Sementara itu, Camat Lindu, Sebulon Satinidja, menyampaikan bahwa lima desa di wilayahnya sudah menjalankan forum anak.
“Di Kecamatan Lindu ada taman baca telah tersedia di dua desa dan tidak ada lagi kasus kekerasan anak maupun pernikahan dini di wilayah Lindu semenjak saya menjabat. Anak-anak juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan,” katanya.
Mengakhiri sambutannya, Wabup Samuel menyampaikan harapan besarnya agar semua pihak terus bergerak dan saling menguatkan dalam mewujudkan Kabupaten Sigi sebagai kabupaten yang ramah dan layak bagi anak-anak.
“Saya yakin, jika seluruh stakeholder mendukung dan bekerja sama secara optimal, maka Kabupaten Layak Anak di Sigi bisa kembali kita capai di tahun ini,” tutupnya. (Angel)






