RADAR PALU, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan daerah yang ramah dan aman bagi tumbuh kembang anak melalui upaya menuju predikat Kabupaten Layak Anak (KLA).
Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melaksanakan rapat persiapan penilaian KLA yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Sigi, Rabu (28/5/2025).
Rapat ini dipimpin langsung oleh Bupati Sigi, Mohamad Rizal Intjenae, didampingi Sekretaris Daerah Nuim Hayat, serta Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Ma’mun Maragau, dan dihadiri oleh perwakilan dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Dalam sambutannya, Bupati Rizal menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Sigi sedang berupaya naik tingkat dari KLA kategori Pratama menjadi Madya. Sebelumnya, predikat Pratama telah diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kini, penilaian akan dilakukan di tingkat pusat oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA).
“Insyaallah, Sigi siap naik predikat dari Pratama ke Madya tahun ini. Oleh karena itu, persiapan harus matang, khususnya dalam mengevaluasi indikator pemenuhan hak dasar anak, perlindungan, partisipasi, serta penyediaan lingkungan yang aman dan nyaman,” ujar Bupati Rizal.
Ia menyebutkan, evaluasi penilaian KLA tingkat nasional akan dilaksanakan secara daring pada Senin, 2 Juni 2025. Persiapan ini penting, mengingat KLA tidak hanya sekadar status, tetapi juga merupakan bentuk kesungguhan pemerintah daerah dalam menjamin terpenuhinya hak-hak anak secara menyeluruh.
Sebagai bukti komitmen daerah terhadap perlindungan anak, Bupati Rizal juga menyinggung keberadaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak yang telah disahkan sebelum program KLA ini dicanangkan secara nasional.
“Waktu saya masih menjadi Ketua DPRD, kami sudah mendorong lahirnya Perda tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak. Itu adalah inisiatif kami di legislatif, karena kami sadar bahwa anak-anak adalah masa depan daerah ini,” tegasnya.
Selain penyiapan dokumen dan data pendukung, Bupati Rizal meminta seluruh perangkat daerah agar memiliki pemahaman dan kesadaran bersama terhadap pentingnya pembangunan yang berperspektif anak.
Ia menegaskan, upaya menuju KLA bukan hanya tugas DP3A, tetapi tanggung jawab seluruh sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga infrastruktur.
“Pembangunan ramah anak harus menjadi bagian dari perencanaan dan implementasi kebijakan di setiap OPD. Karena anak-anak kita berhak hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara aktif dalam lingkungan yang sehat dan terlindungi,” tutup Rizal.
Dengan semangat kolaboratif dan evaluasi berkelanjutan, Pemkab Sigi berharap dapat meraih predikat KLA tingkat Madya dan sekaligus menciptakan lingkungan yang mendukung hak serta perlindungan terbaik bagi generasi penerus bangsa. (Angel)






