Melalui Cerdas Financial Bootcamp, Hannah Asa Ajak Mahasiswa UIN Palu Hidup Cerdas Finansial Sejak Dini

Hannah Asa Indonesia menggelar kegiatan Cerdas Financial Bootcamp Batch 36 di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah. (Foto/Ist)

JOURNALRAKYAT.COM, PALU – Hannah Asa Indonesia bekerja sama dengan Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah, menggelar kegiatan Cerdas Financial Bootcamp Batch 36 pada 8–9 November 2025.

Kegiatan yang diikuti oleh 940 mahasiswa ini bertujuan membekali penerima beasiswa KIP-Kuliah dengan pemahaman praktis tentang perencanaan keuangan, investasi, dan pengelolaan aset pribadi secara bijak serta berkelanjutan.

Acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Datokarama Palu, Prof. Dr. Hj. Lukman, M.Ag., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya literasi keuangan sebagai pondasi kemandirian ekonomi.

“Mahasiswa tidak hanya perlu cerdas secara akademik, tetapi juga bijak secara finansial. Melalui gerakan ini, kita menanamkan kesadaran bahwa mengatur keuangan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab hidup modern,” ujar Prof. Lukman.

Turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini antara lain Kepala OJK Sulawesi Tengah, Bony Hardi Putra; Wakil Rektor III UIN Datokarama Palu, Dr. H. Faisal Attamimi, S.Ag., M.Fil.I; Direktur Utama Al-Azhar Mandiri Palu, Drs. H. Abdul Basit Arsyad, M.Pd.; Kepala BEI Sulteng, Putri Irawati; serta Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiyah, S.T., AWP, QWP, CFP, AEPP, QLP.

Melalui sesi-sesi inspiratif dan interaktif, peserta mendapatkan edukasi tentang pengelolaan anggaran, investasi cerdas, serta strategi mencapai keamanan finansial jangka panjang. Selain ilmu, peserta juga memperoleh berbagai keuntungan, seperti template budgeting gratis, diskon sertifikasi AWPS, e-sertifikat, saldo e-wallet, dan door prize.

Founder Hannah Asa Indonesia, Mardiah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lahir dari keyakinan akan pentingnya mengelola sumber daya secara bijak sebagai kunci masa depan yang lebih baik.

“Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa keras anak muda bekerja, tetapi juga oleh seberapa bijak mereka mengelola apa yang mereka miliki,” ujarnya.

Menurut Mardiyah, Cerdas Financial Bootcamp merupakan ruang bagi mahasiswa untuk belajar dan menemukan arah dalam membangun masa depan. Ia berharap para peserta dapat menjadi pelopor gerakan literasi finansial di lingkungan kampus dan masyarakat.

“Kalian bukan sekadar peserta. Kalian adalah generasi pertama dari gerakan besar ‘Gerakan Sadar Finansial’ dari Sulawesi Tengah untuk Indonesia,” tambahnya.

Mardiyah menegaskan bahwa gerakan literasi keuangan bukan semata tentang memperkaya diri, melainkan tentang menciptakan kehidupan yang lebih berkah dan bermanfaat bagi banyak orang. Karena itu, ia berharap gerakan ini terus berkembang menjadi gerakan sosial-ekonomi yang hidup di kampus, komunitas, hingga desa-desa.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya jumlah perencana keuangan profesional di Indonesia. Berdasarkan data yang disampaikan Mardiyah, saat ini hanya terdapat 2.781 Certified Financial Planner (CFP®) dan 3.379 pemegang sertifikasi Associate Wealth Planner Syariah (AWPS) di seluruh Indonesia.

“Padahal kebutuhan edukasi finansial semakin meningkat, terutama di daerah-daerah. Di sinilah Hannah Asa Indonesia hadir untuk menjembatani lahirnya kader muda yang memahami konsep keuangan sekaligus memiliki empati sosial dan tanggung jawab moral terhadap masyarakatnya,” jelasnya.

Sejak berdiri pada tahun 2021, Hannah Asa Indonesia telah mencatat berbagai capaian penting di bidang pemberdayaan ekonomi dan literasi keuangan. Hingga kini, lembaga tersebut telah melatih 13.750 penerima manfaat, mendirikan Inkubator Bisnis Pabeta, serta menjadi satu dari tujuh penyelenggara resmi sertifikasi AWPS di Indonesia bekerja sama dengan Lembaga Profesi Sertifikasi Keuangan (LPSK).

Melalui program pelatihan dan sertifikasi, para peserta dilatih menjadi financial educator yang siap berbagi pengetahuan di kampus, komunitas, hingga pelosok desa.

“Sertifikasi AWP Syariah bukan hanya gelar, tetapi gerbang menuju kompetensi keuangan yang kredibel, amanah, dan berorientasi pada keberkahan,” tegas Mardiyah.

Ia menambahkan, kontribusi Hannah Asa Indonesia adalah melahirkan kader muda yang mampu menjaga keberkahan finansial keluarga, komunitas, dan bangsa.

Di akhir kegiatan, Mardiyah menyampaikan terima kasih kepada UIN Datokarama Palu, OJK Sulawesi Tengah, Bursa Efek Indonesia (BEI) Sulteng, Yayasan Al Azhar Mandiri, serta seluruh duta literasi dan mitra yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut.

“Inilah Hannah Asa Indonesia dari Sulawesi Tengah, untuk Indonesia. Gerakan sadar finansial yang insya Allah akan terus hidup dari generasi ke generasi,” tutupnya. (*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *