JOURNALRAKYAT.COM, SIGI – Pemerintah Kabupaten Sigi menggelar peresmian Taman Al-Asmaul Husna yang dirangkaikan dengan Dzikir Akbar serta peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1446 H, Kamis (30/1/2024).
Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi satu dekade kepemimpinan Bupati Sigi Mohamad Irwan, sekaligus momentum untuk mengevaluasi perjalanan pemerintahan selama sepuluh tahun terakhir.
Dalam sambutannya, Bupati Sigi Mohamad Irwan menegaskan bahwa refleksi satu dekade ini bukan sekadar seremonial, melainkan ajang untuk menilai capaian pembangunan, tantangan yang dihadapi, serta langkah-langkah strategis ke depan.
“Waktu adalah aset yang sangat berharga, yang tidak bisa kita putar kembali. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang positif, bermanfaat, dan membangun. Sepuluh tahun kepemimpinan ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami untuk terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Irwan.
Bupati juga menekankan bahwa setiap pemimpin memiliki masanya untuk berbakti kepada daerah. Namun, yang terpenting adalah bagaimana estafet pembangunan terus berlanjut demi kesejahteraan masyarakat.
“Tugas kita bersama adalah melanjutkan perjuangan ini agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua, tanpa memandang suku, agama, atau ras. Harapan kita, Kabupaten Sigi ke depan semakin maju, harmonis, dan sejahtera,” tambahnya.
Selain peresmian taman, acara ini juga diisi dengan Dzikir Akbar sebagai ajang introspeksi diri di akhir tahun masa jabatannya.
Dzikir dan doa bersama ini diharapkan dapat menjadi refleksi spiritual bagi masyarakat, baik dalam kehidupan individu maupun dalam membangun kebersamaan sebagai warga Kabupaten Sigi.
“Dengan mengingat Allah SWT, hati kita akan lebih tenang, pikiran lebih jernih, dan langkah ke depan lebih terarah. Ini bukan hanya tentang kepemimpinan, tetapi juga tentang bagaimana kita semua sebagai masyarakat bisa terus memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik,” ucap Irwan.
Di akhir sambutannya, Bupati Sigi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah keberagaman.
“Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat, apakah kita sudah melakukan yang terbaik untuk diri sendiri, keluarga, dan daerah kita. Jika ada kekurangan, mari kita perbaiki. Jika ada keberhasilan, mari kita tingkatkan. Dengan kebersamaan, Kabupaten Sigi akan terus berkembang menuju masa depan yang lebih cerah,” tutupnya.
Acara yang dihadiri oleh tokoh agama, pemuka masyarakat, serta ribuan warga Sigi ini berlangsung khidmat dan penuh makna.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tonggak bagi masyarakat untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik secara fisik maupun spiritual. (*)






